Futuuhul Ghaib: Risalah 64

Suatu hari, suatu masalah mengusik benakku Jiwaku tertekan. Kuberkata: “Aku menginginkan kematian, yang di dalamnya tiada kehidupan, dan kehidupan, yang di dalamnya tiada kematian.”

Aku ditanya, kematian apakah yang di dalamnya tiada kehidupan, dan kehidupan apakah yang didalamnya tiada kematian yang tiada memiliki kehidupan ialah kematianku dari sesamaku, sehingga aku tidak melihat manfaat dan mudharat mereka, dan kematianku dari diriku, dari keinginanku, dari tujuanku di dalam kehidupan duniawi dan kehidupan setelah matiku, sehingga aku tidak berada di dalam kehidupan setelah matiku, sehingga aku tidak berada di dalam ini semua. Kehidupan yang tidak memiliki kematian ialah kehidupanku dengan kehendak-Nya, sehingga aku tidak maujud di dalamnya, dan kematianku di dalamnya ialah kemaujudanku dengan-Nya.

Karena aku telah mengerti, maka hal ini telah menjadi tujuan paling muliaku.

About helwa

We enter this world alone, we take our last bow from this plane of existence alone...we stood before Him alone....
This entry was posted in kitab futuuhul ghaib. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s