Futuuhul Ghaib: Risalah 74

Bertakwalah kepada Allah, taatilah Dia, milikilah kesucian hati, kendali diri, kebiasaan memberikan hal-hal bermanfaat. Jauhkanlah penderitaan dan kemiskinan, jagalah kesucian rohani, bergaullah dengan sesamamu, nasehatilah kaum muda dengan kebaikan, jauhilah permusuhan dengan sahabat, jauhilah pula mereka yang salik, dan bertolong-tolonganlah dalam hal-hal agama dan dunia. Hakikat kemiskinan agamis berupa ketidak bolehan menyampaikan kebutuhan-kebutuhan kepada sesamanya. Hakikat kekayaan agamis berupa ketidak butuhan akan ciptaan, semisal diri. Tasawuf dicapai lewat kelaparan dan pematangan diri dari hal-hal yang disukai dan dihalalkan. Jangan berpintar-diri di hadapan seorang darwis, sebab unjuk pengetahuan membuatnya tidak senang. Bersikap lembutlah terhadapnya, sebab kelembutan membuatnya senang. Tasawuf didasarkan pada delapan hal:

1. Kemurahan Nabi Ibrahim;

2. Kepasrahan Nabi Ishak;

3. Kesabaran Nabi Ya’kub;

4. Doa Nabi Zakaria;

5. Kemiskinan Nabi Yahya;

6. Berpakaian Bulu Bebiri  seperti Nabi Musa;

7. Berlanglang Buana seperti Nabi Isa;

8. Kesahajaan Nabi Muhammad saw

About helwa

We enter this world alone, we take our last bow from this plane of existence alone...we stood before Him alone....
This entry was posted in kitab futuuhul ghaib. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s