Renungan Diri Hari Jumaat: Memulangkan Amanah

Pagi ini, sedang sibuk melayan dan menyiapkan putri sulung ke sekolah saya terfikir….dalam hidup ini, sebenarnya yang penting bukanlah jawapan kepada sesuatu persoalan, tetapi, yang penting adalah soalan itu sendiri.  Jawapan yang terbentuk bergantung kepada soalan yang ditanya.

Untuk mendapatkan jawapan yang terbaik, kita mestilah bijak untuk menyusun soalan yang padu juga….dan soalan terbaik yang pernah kita terima adalah soalan pertama Rabbul ‘Alamin:

 “Alastu bi rabbikum?” (Bukankah aku ini Tuhanmu?)

Dan kita menjawab, “Balaa… syahidna.” (Benar, kami menjadi saksi).

Itulah jawapan yang terbaik pernah kita berikan sepanjang kejadian kita. Jawapan yang mencorakkan hala-tuju sebenar kehidupan kita di dunia ini. Kita datang membawa amanah yang baik dan terpuji, maka hendaklah kita pulangkan amanah itu dalam keadaan asalnya yang baik dan terpuji juga. Bunyinya mudah sahaja. Tetapi, seringkali kita jadi lalai dan terlupa kerana ego besar dan hawa-nafsu yang sentiasa mngajak kepada sifat-sifat mazmumah.

Mampukah saya melakukannya? Mampukah saya mengembalikan amanah yang diberi dalam keadaan yang baik?Selama ini saya banyak mempersia-siakan peluang dan masa yang telah diberi, jumud menurut arus,  hidup diatur akan pandangan orang lain, serta banyak menzalimi diri saya sendiri dan orang lain juga…

Semoga Allah berikan saya keikhlasan dan kekuatan untuk melakukannya.

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab: “Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi”. Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: “Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini”.  (QS: Al-A’raf:172)

About helwa

We enter this world alone, we take our last bow from this plane of existence alone...we stood before Him alone....
This entry was posted in daily musings, kisah hati and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s